Dicko Ijaz Ahmad

Laki-laki, 14 tahun

Lombok, Indonesia

Percuma sekolah tinggi-tinggi kalau lewat tidak permisi.
CREATED BY SCYBERID 2017
scyberid@gmail.com
chusnaaleem@gmail.com
| ::

Navbar3

Search This Blog

Rabu, 05 Desember 2012

Sifat Zat

Secara umum sifat zat dibagi menjadi dua yaitu sifat fisika zat dan sifat kimia zat. Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan sifat fisika. Sifat fisika suatu benda, antara lain:...

1. Sifat Fisika
a. Wujud Zat
Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal. Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76 cmHg) adalah 1000C, sedangkan bensin kurang lebih 800C.

b. Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain� lain.

c. Kelarutan
Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air. Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.

d. Daya hantar listrik
Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah lampu dapat menyala. Daya hantar listrik merupakan sifat fisika.

e. Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetic adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir. Pemisahan campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan. Cara yang lebih mudah adalah dengan mendekatkan sebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. Perbedaan fisika seperti ketertarikan suatu benda pada sebuah magnet dapat digunakan untuk memisahkan suatu zat dalam campuran. Coba kamu kumpulkan beberapa informasi yang lain, tentang sifat fisika suatu benda!

2. Sifat Kimia
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Perhatikan logam-logam yang berada di sekitarmu, apakah semua dapat bereaksi dengan oksigen? Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:
Sifat Zat

a. Mudah terbakar
Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan �DILARANG MEROKOK�? Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.

b. Busuk dan asam
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari� hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.

c. Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca. Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.

d. Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.

e. Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.
Read More --►

Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Berdasarkan sifat asam dan basa, larutan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu : bersifat asam, basa, dan netral. Sifat larutan tersebut dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Cara menentukan senyawa bersifat asam, Basa atau netral dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau larutan alami. Misal, lakmus merah dan biru....

Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, sebab lakmus memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
  1. Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam ataupun basa.
  2. Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga dapat tahan lama.
  3. Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas. Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak.
Selain menggunakan indikator buatan, dipakai pula indikator alami untuk mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan berdasarkan konsep asam, basa, dan garam. Indikator alami, seperti : bunga sepatu, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna. Ekstrak bahan-bahan tersebut dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.

Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Berikut pengelompokkan jenis indikator asam-Basa dalam larutan yang bersifat asam, Basa dan netral. Lihat tabel 2.5 di bawah ini.

Tabel 2.5 Warna lakmus dalam larutan yang bersifat asam, basa, dan netral
No.
Indikator
Larutan asam
Larutan basa
Larutan netral
1
2
3
4
5
Lakmus Merah (LM)
Lakmus Biru (LB)
Metil Merah (MM)
Metil Jingga (MO)
Fenolftalin (PP)
Merah
Merah
Merah
Merah
Tidak berwarna
Biru
Biru
Kuning
Kuning
Merah
Merah
Biru
Kuning
Kuning
Tidak berwarna

Perhatikan tabel 2.6 warna ekstrak kubis ungu dalam larutan asam, basa, dan netral.

Tabel 2.6 Warna ekstrak kubis ungu dalam larutan asam, Basa dan netral
No.
Sifat larutan
Warna indikator
1
2
3
4
5
6
7
Asam kuat
Asam menengah
Asam lemah
Netral
Basa lemah
Basa menengah
Basa kuat
Merah tua
Merah
Merah keunguan
Ungu
Biru kehijauan
Hijau
Kuning

Sifat asam ditunjukkan oleh perubahan warna indikator buatan dan indikator alami menjadi warna kemerahan, sedangkan sifat Basa ditunjukkan oleh perubahan warna indikator buatan dan indikator alami menjadi warna kebiruan atau kehijauan.
Read More --►

Sifat Asam, Basa dan Garam

Kali ini kita akan membahas Sifat Asam, basa dan garam, pokok pembahasan ini terdapat pada kelas 7 semester 1. Sebenarnya materi ini lebih cocok masuk dalam kategori kimia dasar, akan tetapi kebanyakan sekolah tingkat SMP hanya membagi materi IPA dalam dua bidang studi, yaitu Fisika dan Biologi. Dan jika ditinjau dari kedua bidang ini, maka materi sifat asam, basa dan garam lebih cocok masuk dalam bidang fisika...

1. Asam
Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam. Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel 2.1 berikut ini.
Tabel 2.1 Beberapa asam yang dikenal
No.
 Nama asam
Terdapat dalam
1. 
Asam asetat
Larutan cuka
2.
Asam askorbat
 Jeruk, tomat, sayuran
3. 
Asam sitrat
Jeruk
4.
Asan karbonat
 Larutan pencuci mata
5.
Asan karbonat
 Minuman berkarbonasi
6.
Asam klorida
 Asam lambung, obat tetes mata
7. 
Asam nitrat
Pupuk, peledak ( TNT )
8. 
Asam fosfat
Deterjen, pupuk
9.
Asam sulfat
Baterai mobil, pupuk
10.
Asam tatrat
Anggur
11.
Asam malat
Apel
12.
Asam formiat
Sengatan lebah
13.
Asam laktat
Keju
14.
Asam benzoat
Bahan pengawet makanan
2. Basa
Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa. Perhatikan tabel 2.2 berikut ini!
Tabel 2.2 Beberapa basa yang dikenal
No.
Nama basa
Terdapat dalam
1
Aluminium hidroksida
Deodoran, antasid
2
Kalsium hidroksida
Mortar dan plester
3
Magnesium hidroksida
Obat urus-urus, antasid
4
Natrium hidroksida
Bahan sabun
Sifat asam berbeda dengan sifat basa suatu zat. Perbedaan sifat asam dan basa dapat kamu lihat pada tabel 2.3 berikut ini.
Tabel 2.3 Perbedaan sifat asam dan sifat basa
No.
Asam
Basa
1
Senyawa asam bersifat korosif.
Senyawa Basa bersifat merusak kulit (kaustik )
2
Sebagian besar reaksi dengan logam menghasilkan H2 Senyawa asam memiliki rasa asam.
Terasa licin di tangan, seperti sabun.
3
Dapat mengubah warna zat yang dimiliki oleh
Senyawa Basa terasa pahit.
4
zat lain (dapat dijadikan indikator asam atau basa).
Dapat mengubah warna zat lain. (warna yang dihasilkan berbeda dengan asam).
5
Menghasilkan ion H+ dalam air.
Menghasilkan ion OHdalam air.

3. Garam
Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari�hari tentu kamu tidak asing dengan garam. Contoh garam adalah garam dapur (NaCl) yang biasa digunakan untuk keperluan memasak. Tahukah kamu dari mana garam dapur tersebut diperoleh? Garam dapur dapat diperoleh dari air laut. Petani garam membuatnya dengan cara penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diproses iodisasi (garam kalium, KI) sehingga diperoleh garam beriodium. Garam dapur juga dapat diperoleh dengan cara mencampur zat asam dan basa. Mengapa demikian? Asam bereaksi dengan basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa. Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi netralisasi. Sebagai contoh asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (soda api) akan membentuk garam dapur dan air. Jika dengan menggunakan proses penguapan, maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.
HCl     +    NaOH        ?         NaCl        +          H2O
Asam        Basa               Garam dapur             Air
Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain:
� Asam + basa menghasilkan garam + air
� Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
� Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
� Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
� Logam + asam menghasilkan garam + H2
Tabel 2.4 Beberapa garam yang dikenal
No.
Nama garam
Rumus
Nama Dagang
Manfaat
1
Natrium klorida
NaCl
Garam dapur
Penambah rasa makan
2
Natrium bikarbonat
NaHCO3
Baking soda
Pengembang kue
3
Kalsium karbonat
CaCO3
Kalsit
Cat tembok dan bahan karet
4
Kalium nitrat
KNO3
Saltpeter
Pupuk, bahan peledak
5
Kalium karbonat
K2CO3
Potash
Sabun dan kaca
6
Natrium fosfat
Na3PO4
TSP
Deterjen
7
Amonium klorida
NH4Cl
Salmiak
Baterai kering

Reaksi penetralan berguna bagi manusia, antara lain produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2. Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur. Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.
Read More --►